Dating fpr parents

1822 Dalam penyerangan ke Kamang pada 1822 Belanda hanya berhadapan dengan pasukan Paderi yang dipimpin oleh Tuanku Nan Gapuak.Catatan-catatan fragmentaris dalam dokumentasi Belanda terhadap Tuanku Nan Renceh lebih didasarkan atas cerita-cerita orang Minang sendiri, bukan dari pertemuan langsung dengan panglima Paderi itu.Today, several old monumental Dutch and Portuguese tombstones, with Dutch and Portuguese words engraved on it, can be seen leaning against the strong brick walls of the church.Old Tombstones Along the Brick Walls Belanda dapat angin lagi pasca perjanjian masang 22 Januari 1824 Belanda (van den Berg) dan Pidari (Paderi) berdampak Inderapura bangkrut, semua kapal berkebangsaan apa saja bongkar muat barang di Padang tidak lagi di Inderapura bahkan tambang emas Salido dikuasai pasca pergantian Raff dengan Du Puy (1 Januari 1824).

In several party the Diponegoro army defeated the Dutch Indies army, such as campaign for capturing Kejiwan [August 1826], campaign of Delanggu [August 1826], and campaign of Gawok [October 1826]. 1821 The Dutch subjugated the Minangkabau of Sumatra in the Padri War (1821–38) and the Java War (1825–30) ended significant Javanese resistance.1823 SRI SUSUHUNAN PAKU BUWONO VI Lahir : Surakarta, 1807 Wafat : Ambon, 5 Juli 1849 MESKIPUN bukan anak dari permaisuri, Paku Buwono VI dapat diangkat menjadi raja.Sesaat sebelum meninggal, ayahnya mengangkat Paku Buwono VI menjadi raja Kerajaan Surakarta pada tahun 1823.Pada tanggal 6 Desember 1825 Marah Yahya diangkat menjadi Tuanku Regen Indrapura dengan nama Ahmadsyah , tetapi daerahnya telah menciut karena di bagian selatan EIC Inggris telah menempatkan regen mereka di Muko-muko , apalagi juga menciut di bagian utara Indrapura. Golongan ulama kemudian melancarkan gerakan kembali ke syariat, membasmi bid’ah dan khurafat.(Rusdi Amran, 1981) 1826 Keterangan foto: Benteng Fort de Kock di Bukittinggi (1826). Mereka melakukannya dengan pendekatan persuasif melalui dakwah dan pengajian.

Leave a Reply